Comments Off on Mengintip Job Description Atasan

Mengintip Job Description Atasan

Posted by | February 16, 2012 | tips-trik

Penulis: Dadang Kadarusman

Catatan Kepala: “Seseorang yang memfokuskan diri kepada standar kinerja tinggi, berpeluang untuk melampaui tuntutan-tuntutan kolektif. Sehingga, dia bisa dengan mudah mengungguli orang lain di dalam kelompoknya.

 

Mengintip itu adalah perbuatan tidak terpuji, kan ya? Tetapi kali ini saya memang ingin mengajak Anda untuk mengintip. Tetapi, yang kita intip bukanlah aurat atau kegiatan orang lain. Saya mengajak Anda untuk mengintip Job Description atasan Anda. Tujuannya, bukan untuk menelisik apakah atasan kita sudah bekerja sesuai dengan jobdesknya atau belum. Bukan tugas kita untuk melakukan hal itu. Melainkan menggunakan pengetahuan kita terhadap jobdesc atasan untuk meningkatkan kualitas diri kita hingga benar-benar bisa sesuai dengan jobdesc itu. ‘Halah, ini mah nambah kerjaan kita saja dong!’ Mungkin ada yang berpikiran demikian. ‘Ngurusin kerjaan sendiri aja udah pontang panting,’ tambahnya. Lha, ngapain Anda ngurusin kerjaan Anda? Justru seharusnya kita ‘nggemukin’ pekerjaan kita biar hasilnya bisa lebih baik dan lebih banyak dari biasanya. Untungnya bukan untuk orang lain loh. Untuk diri kita sendiri. Mau?

 

Dalam sebuah wawancara televisi beberapa hari lalu seorang Jenderal bintang 4 ditanya: “Apa kiat sukses Anda sehingga bisa meraih prestasi cemerlang dan sedemikian menonjolnya dibandingkan dengan rekan-rekan Anda?” Sejauh yang diketahui khalayak, beliau memang dikenal dengan segudang prestasi dan reputasinya. Beliau menjawab: “Saya selalu berusaha untuk memahami Job description atasan saya. Sehingga saya bisa berupaya sekuat tenaga agar atasan saya benar-benar terbantu oleh keberadaan saya.” Jika Anda pernah membaca buku saya “Belajar Sukses Kepada Alam” mungkin Anda masih ingat disana tertulis begini: “Seseorang yang memfokuskan diri kepada standar kinerja tinggi yang ditetapkannya sendiri, berpeluang untuk melampaui tuntutan-tuntutan kolektif. Sehingga, dia bisa dengan mudah mengungguli orang lain di dalam kelompoknya.” Itulah yang terjadi pada diri sang Jenderal. Karena Job Desc atasannya, menuntutnya untuk menguras seluruh kemampuan melampaui tuntutan kerjanya sendiri. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menerapkan standar kerja tinggi melalui pemahaman terhadap Jobdesc atasan, saya ajak memulainya dengan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:

 

1.      Kapasitas Anda melampaui pekerjaan AndaMari tengok pekerjaan yang Anda tangani sekarang. Apakah kemampuan diri Anda hanya sebatas melakukan pekerjaan itu? Saya yakin tidak. Kemampuan Anda jauh diatas tuntutan kerja yang selama ini Anda pikul. Hanya saja, Anda jarang tertarik untuk mengerjakan lebih dari itu. Tugas gue kan cuman gini doang, ya gue kerjain yang gini. Lah, emangnya gua dibayar berapa sih?. Dan beribu kalimat serupa lainnya. Perhatikanlah bahwa kita sudah sedemikian lama tidak mendayagunakan kapasitas diri kita yang sesungguhnya hanya karena kita terkungkung oleh penugasan yang kita terima. Oleh pendapatan yang kita bawa pulang. Oleh kondisi lingkungan yang membuat kita mengerut. Mengecil. Dan mengerdil. Padahal, kapasitas diri Anda melampaui pekerjaan yang saat ini Anda emban. Atau, apakah saya salah menilai Anda?

 

2.      Energi keluar sesuai dengan tuntutan Ingat lagi ketika seseorang mengatakan kepada Anda;”Waktu kamu tinggal 4 jam lagi. Selesaikan tugas itu, atau……” Anda langsung terpacu untuk menyelesaikannya. Dan berhasil. Aneh. Padahal dua minggu lalu tugas itu sudah kita terima. Tapi mengapa energy kita baru muncul disaat-saat terakhir seperti ini? Itu karena kita tidak menuntut diri kita dengan sepatutnya. Kita, sering memanjakan diri dengan kalimat penghiburan keliru, “Ntar dulu. Ntar dulu.” Tahukah dimana letak ke anehannya? Kata ‘ntar’ berkaitan dengan ‘masa depan’. Sedangkan kata ‘dulu’ berhubungan dengan masa lalu. Lha, kalau ‘Ntar Dulu’? Berarti kita membuat system regulasi didalam tubuh kita menjadi kacau balau. Maka tantanglah selalu diri Anda untuk melakukan yang sepatutnya Anda lakukan ‘saat ini’ juga. Harus semuanya dikerjakan sekarang? Bukan. Izinkan saya ulangi: tantanglah selalu diri Anda untuk melakukan YANG SEPATUTNYA dilakukan saat ini. Maka sekarang Anda bisa mengukur, apakah saat ini Anda tengah melakukan yang sepatutnya atau tidak? Bahkan ketika Anda ‘berdiam diri’ karena merasa pekerjaan sudah selesaipun tidak termasuk melakukan yang patut. Sebab, nilai kepatutan setiap orang adalah; mengerjakan sesuatu hingga kepasitas dirinya benar-benar dioptimalkan. Hanya dengan cara menuntut diri setinggi itulah, energy sebenarnya didalam diri kita bisa didayagunakan.

 

3.      Menerapkan standar yang tinggi. Untuk mendorong diri kita melakukan yang terbaik dari yang kita bisa, sebaiknya kita tidak terpaku kepada tuntutan kolektif seperti yang tertuang dalam job description jabatan kita. Jobdesc itu bukan untuk Anda. Melainkan untuk SEMUA orang dalam posisi yang sama dengan Anda. Faktanya, jobdesc Anda kan sama dengan kolega Anda. Padahal, kapasitas diri Anda bisa jadi lebih tinggi dari mereka. Ambisi Anda sudah jelas melampui ambisi mereka. Keinginan Anda jelas melebihi keinginan orang lain. Bukankah itu benar? Maka untuk mencapai semuanya, tidak mungkin jika kita hanya melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan. Jika Anda sama dengan mereka, maka bisa ditebak bila hasil yang Anda dapatkan pun akan sama juga. Apalagi dizaman yang serba kompetitif seperti saat ini. Kita bekerja lebih banyak pun belum tentu menghasilkan lebih banyak. Kita bekerja lebih cerdas? Iya, jika kita benar-benar lebih cerdas dari orang lain. Lha, kalau orang lain lebih cerdas? Makanya, cara ampuh yang bisa kita tempuh adalah dengan melatih diri kita melalui standar tinggi yang kita terapkan sendiri. Sebab, jika kita terbiasa untuk mencapai kualitas standar pribadi yang tinggi melampui tuntutan kolektif kebanyakan orang lainnya, maka tidak diragukan lagi jika kita bisa menampilkan diri sebagai pribadi unggul.

 

4.      Membantu menyelesaikan tugas atasanPertanyaannya: gimana caranya? Sederhana. Belajarlah  untuk membantu menyelesaikan tugas atasan. Jika Anda bisa melakukannya, dijamin; Anda memetik hasil yang lebih memuaskan. Kenapa? Karena jika Anda bisa mengerjakan tugas-tugas atasan Anda, maka itu berarti bahwa Anda memiliki kualitas ‘mendekati’ kualitas atasan Anda. Halah, kerja gini atau gitu juga duwwwitnya sama saja. Hey, jika demikian Anda lupa bahwa dalam bekerja kita tidak semata-mata mendapatkan DU-IT. Sungguh, duit kita akan segera habis dalam beberapa hari setelah kita terima. Tetapi, ada hal lain yang kita terima dan abadi menjadi milik kita. Tahukah Anda apa itu? Itu adalah ‘The knowledge and the ability to DO-IT’. Sekarang saya mau kasih Anda bonus. Jika Anda digaji dengan duit. Saya mau kasih Anda bonus berupa DO IT. Jika Anda hanya ingin duitnya saja, yo monggo. Namun jika kita bersedia untuk ‘melakukan’ atau membantu menyelesaikan tugas-tugas atasan, maka secara tidak langsung kita menaikan nilai diri sendiri untuk setara dengan kapasitas atasan kita. Jika suatu saat nanti ada peluang di kantor kita; siapa yang kira-kira paling berkesempatan untuk mendapatkannya? Anda.

 

5.      Memperlihatkan rasa terima kasihSalah satu kegemaran anak-anak perempuan saya adalah mengoleksi tas-tas bergambar lucu. Kompak banget sama ibunya.  Sampai saya bingung sendiri, itu lemari dan kardus isinya tas melulu. Akhirnya saya tidak lagi mengijinkan mereka membeli tas lagi. “Pakai tas yang sudah kamu punya dulu. Baru kamu beli lagi yang baru.” Itulah keputusan akhir saya. Tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mari renungkan lagi. Apakah kita sudah memakai semua daya diri yang sudah Tuhan berikan melalui kesempurnaan penciptaan diri kita? Hmmh…, jika kita belum melakukannya mungkin Tuhan kurang menyukai sikap kita. Sama seperti kita yang tidak suka pada anak-anak yang telah menyia-nyiakan pemberian kita. Boleh jadi, Tuhan menginginkan agar kita mengoptimalkan kemampuan diri kita sendiri terlebih dahulu. Nanti, setelah semua daya upaya dilakukan namun ternyata kita belum berhasil juga; barulah Tuhan menambahkan kemampuan lain yang lebih tinggi lagi. Pantaslah jika keterampilan tinggi, hanya dimiliki oleh mereka yang terus menerus mengasah diri. Melalui pekerjaan dan penugasan yang menantang. Serta standar tinggi yang diterapkannya sendiri. Sungguh sebuah hadiah yang pantas untuk diberikan kepada pribadi-pribadi yang tahu terimakasih atas pemberian Tuhannya selama ini.

 

Sekarang ijinkan saya untuk membeberkan nama Jenderal yang diwawancara itu. Beliau adalah Jenderal Wiranto. Terlepas dari bagaimana Anda menilai beliau, namun hari ini kita bisa belajar meniru strategi yang dipakainya untuk meraih keberhasilan dalam karir, yaitu; mengintip job description atasan Anda. Lalu bantulah atasan Anda untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya melalui pemahaman Anda terhadap job descnya. Dan kesediaan Anda untuk meningkatkan kualitas pribadi Anda. Agar menjadi setara dengan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menduduki posisi setingkat atasan Anda. Maka, intiplah Job Desc atasan Anda. Lalu latihlah diri Anda sambil membantu atasan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Setelah itu, Anda temukan sendiri apa manfaatnya untuk diri Anda sendiri.

 

Mari Berbagi Semangat!

DEKA – Dadang Kadarusman –  16 Februari 2012

Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence

 

Catatan Kaki:

Kemampuan dan karir kita tidak akan berkembang, jika hanya mau mengerjakan tugas-tugas yang gampang.

 

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

 

————————————————————————————————————

Tentang Dadang Kadarusman

~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )

Comments Off on Merencanakan Diri dalam Meniti Karier

Merencanakan Diri dalam Meniti Karier

Posted by | January 31, 2012 | tips-trik

Di jaman sekarang, banyak orang yang usianya di bawah 30 tahun, tapi sudah menyandang jabatan manajer. Bukan manajer rekayasa ataupun sekadar titel saja, tetapi manajer betul. Artinya, anak-anak muda ini bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan dengan volume besar dan mempunyai anak buah yang lumayan banyak.

Kita tentu saja bisa kagum dengan kondisi ini. Saya pun jelas bisa membandingkan bedanya jalan karier saya dengan teman-teman yang masih muda ini. Pada usia sedemikian, saya masih berada di ranking paling bawah di organisasi. Bayangkan, bila seseorang sudah mempunyai jabatan tinggi di organisasi dan ia masih memiliki masa berkarier 25 tahun sampai mencapai usia pensiun, bagaimana ia akan mengisi kehidupan kariernya?

Kita lihat dunia kerja sudah begitu berubah. Di banyak organisasi, kesempatan untuk maju terbuka luas bagi mereka yang berpotensi serta cakap atau kompeten. Persaingan untuk maju ke jenjang berikut menjadi lebih kompetitif, bahkan sampai sikut-sikutan. Di sisi lain, ada orang yang dengan sinis mengatakan bahwa perusahaan sengaja membuat jenjang kepangkatan dan struktur organisasi yang berlapis-lapis, sehingga membuat karyawan seolah bisa mendaki terus. Padahal, tidak ada perubahan dalam bobot kerja maupun mutu di jenjang yang lebih tinggi itu, sehingga karyawan secara mental merasa lelah dan melihat masa kerja berjalan lambat.

Di kalangan organisasi pemerintahan, perjalanan karier sering diibaratkan sebagai upaya menabung dan kesabaran menanti. Menabung dalam karier bisa diartikan sebagai menabung ijazah, sertifikat yang kemudian bisa di-“trade off” dengan kenaikan pangkat. Di lingkungan semacam ini, kegiatan menunggu diartikan dengan rasa bahwa nasib kita dalam berkarier ditentukan oleh pihak eksternal, bukan diri kita. Bagaimana kita memandang perjalanan karier kita? Seberapa jauh kita melihat diri kita bisa aktif merencanakan dan menata karier kita?

Promosi bukan kado
Ungkapan “naik pangkat” nampaknya sudah bisa ditinggalkan di jaman yang sudah berubah ini. Dengan kemajuan teknologi, gaya kerja yang lebih fleksibel, globalisasi, dan struktur organisasi yang semakin pipih, tidak berjenjang banyak, maka kemajuan karier sudah tidak bisa disamakan dengan kegiatan mendaki tangga. Gerakan karier sudah lebih mengarah pada gerakan lateral. Kita tidak bisa lagi pasrah pada batasan, aturan, pembagian wilayah, atau pengkotak-kotakan organisasi yang konvensional. Sudah semakin jarang orang yang bekerja tanpa inisiatif untuk menentukan kariernya. Keberhasilan projek, bertambahnya ketrampilan, tidak bisa disimpan baik-baik, melainkan perlu di-”jembreng” agar dijadikan bahan pertimbangan manajemen untuk penugasan yang lebih berbobot, lebih berkontribusi, dan memberi nilai tambah

Sikap rendah hati dan pasif dalam berkarier boleh dikatakan merupakan satu paket dalam cara berkarier konvensional. Sebaliknya, bila kita melihat karier sebagai sesuatu hal yang bisa kita tata sendiri, maka kita memang perlu mampu mengekspresikan ambisi, bahkan kegelisahan kita. Di saat sekarang ini, individu perlu menjadi “a known quantity” yang terlihat pencapaian kinerjanya, terutama di hadapan orang-orang yang mengambil keputusan promosi, antara lain atasan. Saat seseorang tahu ambisi kariernya, ia bisa lebih mudah mengajukan diri untuk mendapat mentoring secara terarah.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa 4 dari 5 promosi dalam sebuah organisasi dicapai oleh orang yang tekun mendapat mentoring. Tanpa disadari, kegiatan mentoring adalah kegiatan networking juga. Kita mendapat kesempatan untuk dikenal dan mengenal senior kita, serta teman-temannya. Selain itu, dari seorang mentor ataupun atasan langsung, bila hubungan kita baik, kita mendapat kesempatan untuk melihat cara dan di mana kesempatan berkembang itu ada.

Jangan alergi dengan tanggung jawab
Seorang teman berkomentar mengenai CEO-nya yang mempunyai beban mental sedemikian berat, karena para direktur di bawahnya enggan mengambil keputusan dan bertanggung jawab. Ya, betapa sering kita melihat orang ingin memangku sebuah jabatan bergengsi  tanpa mengecek apa dan seberapa besar wewenang dan tanggung jawab yang harus diemban dan dipertanggungjawabkannya. Apakah karier akan berarti bila hanya berupa jabatan kosong, namun tidak diimbangi dengan kinerja dan nilai tambah yang terasa, terukur, dan terlihat? Individu yang ingin berkembang perlu memikirkan dan menunjukkan apa yang bisa ditambahkan agar bobot pekerjaannya meningkat. Sikap seperti ini tentu menguntungkan tidak hanya bagi individu, tapi juga bagi atasan dan organisasi. Individu dengan ambisinya ingin berkembang, sementara perusahaan menginginkan penyelesaian tugas.

Dengan keadaan organisasi yang kompetitif dan semakin tidak berjenjang, kita bisa merasa khawatir, jangan-jangan kita tidak mempunyai tempat di dalam organisasi. Ya, kita memang harus mawas diri bahwa organisasi pun tidak luput dari keharusan untuk menjadi fleksibel. Hal ini berarti kita harus ingat juga melihat kiri dan kanan, yaitu pekerjaan-pekerjaan dengan ekspertis yang berbeda. Kita tidak bisa alergi dengan pindah bagian atau divisi, karena hal ini sangat dimungkinkan. Hal yang kritikal sesungguhnya adalah mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, perencanaan, yang kesemuanya langsung bisa diterapkan di tempat kerja manapun.

(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)

sumber: kompas.com

Comments Off on 9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

Posted by | January 31, 2012 | tips-trik

Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.

1. Cek kembali manajemen karier Anda. Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, “Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?”, “Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?”, “Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?”

2. Miliki pola pikir proaktif. Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan.

3. Temukan “merek” Anda dan “jual diri” Anda. Seringkali, banyak orang tidak mampu “menjual diri” mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan.

4. Memotivasi diri. Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun networking. Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

6. Terus belajar. Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi. Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.

8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier. Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri. Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.

 

sumber: kompas.com

10 Kalimat Terlarang untuk Si Bos

Posted by | January 31, 2012 | tips-trik

Seringkali kita menemukan aturan tak tertulis di kantor. Salah satunya, bagaimana harus menghadapi atasan. Misalnya, bagaimana harus berbicara dan berperilaku di depan atasan, agar Anda tidak dianggap sok tahu, menjilat, atau tidak tahu diri. Untuk itu, Anda perlu mengamati hal-hal yang tidak seharusnya Anda ucapkan kepada atasan.

1. Membanggakan diri. “Saya kemarin sudah membantu dia untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sampai selesai.” Kalimat membanggakan diri seperti ini sebaiknya Anda hindari. Mungkin, Anda ingin memberitahu atasan bahwa Anda sudah bekerja keras, namun sadari bahwa kalimat ini seperti mendikte bos Anda untuk memberikan penilaian baik kepada Anda. “Sebaiknya, jangan menangani setiap pekerjaan baru yang bukan pekerjaan Anda sebelum mendapat izin dari atasan Anda terlebih dulu,” ungkap konsultan karier Tony Lee.

Jika Anda merasa sudah mengerjakan semua pekerjaan Anda dengan baik, tak ada salahnya membantu orang lain. Namun lebih baik Anda berfokus untuk memikirkan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.

2. Menggunakan kata-kata berlebihan. “Saya sudah mengamankan semua tempat itu untuk simposium penting Bapak.” Alih-alih si bos terkesan, mungkin ia malah akan merasa kebingungan dan menganggap Anda terlalu berlebihan dengan kata-kata Anda. Tak perlu menulis berbagai kalimat yang bombastis atau berlebihan ketika Anda sedang menulis memo atau membalas email dari atasan. Gunakan bahasa yang baik namun singkat dan jelas, seperti ‘Saya sudah memesan ruangan untuk rapat.”

3. Membahas soal keluarga. Rasanya atasan tak perlu tahu tentang kegiatan yang menyangkut keluarga Anda, kecuali untuk kondisi tertentu seperti orangtua atau anak yang sakit atau meninggal dunia. Di luar itu, ada dua hal yang dianggap tak penting bagi bos. Misalnya, Anda mengungkapkan keinginan untuk bisa menemani anak di sekolah setiap hari. Pertama, ia mungkin tak tertarik dengan kegiatan Anda di luar kantor. Kedua, ungkapan Anda secara tidak langsung ditanggapi bos sebagai keluhan bahwa Anda tidak bahagia di kantor. Lalu, ucapan Anda dianggap sebagai penolakan Anda untuk bekerja lembur atau menangani proyek yang sedang Anda siapkan. Repot, kan?

4. Terlalu merendah. Ketika atasan memanggil Anda karena keberhasilan atau prestasi Anda, jangan bersikap sok merendah apalagi sambil mengatakan “Ah, ini bukan apa-apa, kok.” Hindari juga meremehkan kerja keras orang yang ada di belakang Anda. Sebagian besar perempuan diajarkan untuk tidak terlalu membanggakan diri karena keberhasilan. “Banyak perempuan yang akhirnya tak nyaman ketika mendapatkan pujian atas keberhasilannya, sehingga cenderung untuk merendah,” ungkap konsultan karier Jocelyn Giangrande. Ketika menerima sebuah pujian atas kerja keras Anda, belajarlah untuk tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

5. Menjadi mata-mata. “Tak ada seorang pun yang menyukai informan atau mata-mata,” ungkap Lubin Sherman, executive coach LAUNCH, sebuah website pengembangan diri dan kepemimpinan. Tak perlu melaporkan semua manipulasi yang dilakukan rekan kerja Anda selama bekerja kepada atasan, percaya saja bahwa sebenarnya atasan sudah mengetahui hal tersebut. Daripada mencari muka dengan menunjukkan kesalahan orang lain, lebih baik fokus dengan pekerjaan Anda sendiri. Selain tak disukai oleh bos, perbuatan Anda ini juga pasti akan dibenci oleh rekan kerja Anda.

6. Merasa paling benar. Ketika atasan tidak membalas ataupun membaca email Anda, seharusnya Anda aktif bertanya, jangan hanya menunggu. Jika bos Anda tidak membalas email penting yang Anda butuhkan, ingatkan dia dengan sopan untuk memastikan bahwa ia telah menerimanya. Lebih baik telepon saja, atau datangi ruangannya dan sampaikan hal itu secara pribadi.

7. Mempertanyakan promosi. “Jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘Ini bukan urusanmu!’,” ungkap konsultan karier Jean Baur. Selain itu, mempertanyakan hal ini justru akan membuat atasan semakin yakin bahwa Anda belum layak menerima promosi tersebut. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan kesuksesan adalah fokus dengan pekerjaan pribadi, bukan orang lain.

8. Menyombongkan diri. Jangan pernah sekali-kali mengatakan, “Bagaimana kalau saya tidak ada, pasti berantakan!” Kalimat ini bernada sombong dan merendahkan orang lain. Jika ingin atasan mencatat prestasi Anda, mintalah ia untuk mengevaluasi pekerjaan Anda setelah selesai. Yang paling penting adalah hasil akhir dari pekerjaan Anda, dan bukan sekadar kalimat abstrak sebagai bentuk pujian untuk diri sendiri.

9. Bergosip. Jangan penuhi kantor Anda dengan gosip-gosip tak penting dan berharap atasan akan tertarik mendengarnya. Mungkin langkah ini Anda lakukan sebagai cara untuk berteman dengan atasan, namun kemungkinan usaha ini akan menjadi bumerang yang berdampak buruk pada citra Anda di depan atasan.

10. Membanding-bandingkan. Salah satu hal yang akan sangat menyebalkan adalah jika Anda tak bisa berhenti membandingkan tentang kondisi perusahaan, dan berbicara tentang pekerjaan lama Anda. “Cara yang paling baik untuk meningkatkan karier Anda adalah dengan bekerja sebaik-baiknya di perusahaan yang baru,” ungkap Lubin Sherman.

 sumber: kompas.com
Comments Off on 7 Cara Melawan Rasa Tak Mampu

7 Cara Melawan Rasa Tak Mampu

Posted by | January 31, 2012 | tips-trik

Liburan akhir tahun sudah lewat, dan tahun baru sudah berjalan. Kini saatnya untuk kembali ke pekerjaan dan aktivitas Anda sehari-hari dengan lebih produktif dan bersemangat. Tetapkan komitmen bahwa tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Mari memulai!

1. Anda pasti bisa. Jangan pernah menganggap diri tak mampu melakukan suatu pekerjaan, karena Anda pasti bisa. Bagi banyak orang, tekanan justru bisa menjadi pendorong untuk bisa lebih maju dan berkembang. Yang harus dilakukan adalah mengontrol manajemen waktu Anda, mengatur tingkat stres, dan menghilangkan hambatan dalam pekerjaan dengan cara Anda. Anda mampu melakukan berbagai hal dengan baik, karena itu jangan langsung menyerah sebelum mencoba. Percaya diri dengan kemampuan Anda, dan belajar untuk menyelesaikan semua tugas tersebut dengan baik.

2. Tentukan target. Untuk mencapai hasil pekerjaan yang maksimal, tentukan target yang ingin Anda capai dalam bekerja. Namun, tentukan target yang terukur, dan sesuai kemampuan, agar Anda mampu merealisasikannya. Hal ini termasuk target waktu, berapa lama Anda dapat mencapai tujuan Anda. Adanya target dalam pekerjaan membuat Anda akan sedikit memiliki tekanan, dan membuat Anda lebih serius dan lebih produktif dalam melakukan pekerjaan.

3. Memotivasi diri. Seringkali zona nyaman dalam pekerjaan membuat Anda terbuai dan tidak produktif bekerja. Motivasi dan tantangan dalam bekerja merupakan pemicu penting untuk meningkatkan produktivitas, sehingga Anda bisa fokus untuk mencapai tujuan pribadi maupun profesional. Banyak hal kecil di sekitar Anda yang sebenarnya bisa menginspirasi serta memotivasi Anda untuk bekerja lebih baik lagi.

4. Jangan mencari alasan. Setiap orang memiliki alasan mengapa mereka tidak bisa mencapai tujuan, atau memenuhi target mereka masing-masing. Misalnya, Anda tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan tugas karena banyak tukang yang sedang merenovasi ruang rapat di kantor. Ini bukan alasan yang tepat untuk mengendurkan pekerjaan. Anda harus berhenti mencari alasan untuk setiap kegagalan yang Anda buat sendiri. Carilah solusi yang dapat Anda lakukan agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik, karena Anda lah yang memegang kontrol atas diri Anda dan pekerjaan Anda.

5. Hilangkan kata “tidak bisa” dari kamus Anda. Kata-kata “tidak mampu” atau “tidak bisa” memiliki makna bahwa Anda secara fisik tidak bisa melakukan apapun. Namun hal ini mungkin juga menjadi kode bahwa “saya tidak mau melakukannya” atau “ini pekerjaan yang terlalu melelahkan”. Sebenarnya Anda harus menghilangkan kata-kata tersebut dalam pikiran jika Anda ingin mencapai tujuan dan target Anda. Kata-kata memiliki pengaruh yang besar bagi psikologis Anda. Ketika Anda berkata mampu melakukan sesuatu, selalu ada solusi untuk membantu Anda mengerjakan tugas-tugas.

6. Berusaha yang terbaik.  Untuk medapatkan yang terbaik dan produktif dalam bekerja, Anda harus benar-benar berkomitmen untuk bekerja lebih keras, dan mencari tahu apa yang bisa memotivasi Anda. Berkomitmenlah untuk bersikap proaktif, berani ambil resiko, dan menghilangkan alasan-alasan. Jika Anda tidak berkomitmen untuk membuat perubahan, maka segala sesuatunya akan selalu tetap sama.

7. Lakukan sekarang. Jangan terus-menerus mengulur waktu untuk memulai berbagai hal baik dalam bekerja. Lakukan sekarang juga agar Anda semakin mudah untuk mendapatkan tujuan, dan semakin produktif bekerja untuk meningkatkan karier.

 

sumber: kompas.com

Comments Off on 4 Hal Penghambat Kesuksesan Bekerja

4 Hal Penghambat Kesuksesan Bekerja

Posted by | January 31, 2012 | tips-trik

Setiap orang pasti ingin memiliki pekerjaan impian dan mendapat kesuksesan. Namun meskipun mereka memiliki intelektualitas dan antusiasme untuk membangun karier, banyak dari mereka yang tidak berhasil meraih kedua hal tersebut. Hal ini disebabkan, “Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan, dan berakibat pada hancurnya pekerjaan impian Anda. Bahkan mungkin target pekerjaan impian pun tidak tercapai,” ungkap Kathy Caprino,career executive coach, dalam artikelnya yang berjudul Top 4 Reasons Why Most Career Dreams Fail.

Beberapa kesalahan yang berakibat pada hancurnya pekerjaan impian tersebut antara lain:

1. Melakukan hal-hal yang salah untuk mendapatkan yang diinginkan
Banyak orang tidak bisa mengidentifikasi apa yang benar-benar mereka inginkan dalam hidup mereka. Terkadang emosi membuat Anda tidak bisa berpikir jernih dalam hal pekerjaan. Namun, ada beberapa orang yang benar-benar memahami tujuan hidup mereka, dan dapat mengartikulasikan dengan jelas arah tujuan mereka, dan melakukannya dengan baik. Hanya saja, di antara mereka masih banyak yang tidak bisa mengambil langkah yang tepat untuk mencapainya.

“Misalkan, banyak orang terutama perempuan yang mengalami stres saat bekerja. Dalam kondisi putus asa mereka memutuskan untuk berwirausaha. Ini tidaklah salah, namun sebaiknya tidak dilakukan sebagai pelarian, dan berharap tidak akan menemui hambatan atau bebas stres. Tidak semua orang bisa sukses dalam berwirausaha terutama jika mereka hanya membuatnya sebagai pelarian. Wirausaha juga membutuhkan komitmen dan usaha keras,” tukasnya.

Sebenarnya mereka tahu apa yang mereka inginkan, tapi salah mengambil langkah untuk mendapatkannya. Setelah salah langkah dan gagal, banyak orang yang menyerah dan berhenti bergerak maju.

2. Terlalu cepat menyerah
“Kita semua tahu, banyak orang yang ingin memberikan kontribusi kepada dunia dengan cara yang berbeda. Namun masalahnya, mereka ingin melakukannya dan diakui sekarang juga. Mereka tidak sabar untuk berjuang mewujudkannya, dan menginginkan cara yang instan tanpa membuat komitmen,” tukas Caprino. Orang-orang yang berada di bagian tertinggi dalam perusahaan, dan memiliki kontribusi yang besar bagi orang lain, sebenarnya juga memiliki komitmen jangka panjang. Mereka telah bekerja selama bertahun-tahun untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan keahlian untuk mencapai posisi tersebut. Mereka sudah menunjukkan komitmen dan keberanian yang luar biasa untuk melawan ketidakmampuan dan ketakutan mereka agar mereka lebih sukses. Sadarilah, tidak ada kesuksesan yang instan, karena kesuksesan butuh kerja keras dan komitmen untuk mewujudkannya. Jadi jangan terlalu cepat menyerah dan berhenti berusaha untuk mendapatkan kesuksesan Anda.

3. Karier dan “panggilan jiwa”
Pekerjaan dengan panggilan jiwa sangatlah berbeda. Banyak orang berpikir karier mereka adalah panggilan jiwa. Seringkali panggilan jiwa bukanlah dalam bentuk pekerjaan ideal, melainkan hobi yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang. Kunci untuk menciptakan karier yang memuaskan adalah dengan menemukan jalan untuk membuat Anda bergairah, terarah, dan termotivasi untuk menjadi apapun yang ingin Anda raih. Berhentilah mengharapkan apa yang dimiliki orang lain, dan ciptakan versi terbaik diri Anda.

4. Terlalu takut melangkah
Kendala terbesar yang sering dihadapi dalam mencapai impian karier adalah ketakutan atau ketidakmauan untuk melakukan langkah yang besar. “Kenyataannya, Anda tidak dapat melangkah dari titik A ke Z tanpa mengubah diri Anda sendiri,” tambah Caprino. Untuk memiliki karier yang bagus, Anda harus berani mengambil langkah maju, berani ambil resiko, dan memperluas diri Anda jauh melampaui zona nyaman Anda dalam bekerja. Lakukan saja beberapa langkah positif yang bisa membantu Anda mencapai kesuksesan.

 

sumber: kompas.com

Comments Off on Siap Hadapi Psikotes

Siap Hadapi Psikotes

Posted by | December 15, 2011 | tips-trik

KOMPAS.com – Tujuan psikotes adalah mengetahui perbedaan kepribadian antara orang satu dengan lainnya. Mulai dari karakter hingga prediksi kemampuan atau potensi yang ada dalam diri seseorang. Banyak penelitian menyatakan bahwa sebagian besar hasil psikotes terbukti akurat dalam merekomendasikan kandidat calon karyawan dengan posisi yang ditawarkan. Tak heran jika umumnya perusahaan selalu melakukan psikotes sebelum menerima seseorang menjadi karyawan. Inilah yang kemudian acapkali membuat para calon karawan merasa tegang saat harus menghadapinya. Nah, agar sukses menghadapinya, siapkan diri Anda dulu ya!

Persiapan sebelum tes

  • Yakinkan diri bahwa posisi yang Anda lamar benar-benar sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Keyakinan akan membantu Anda menghadapi rintangan dan tantangan, dalam hal ini psikotes.
  • Persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mempunyai kemampuan mengerjakan tes, tapi karena tegang atau kondisi tubuh  yang tidak prima bisa berpengaruh pada hasil tes. Karena itu, ada baiknya meluangkan waktu untuk beristirahat 1-2 hari menjelang tes.
  • Baca kembali surat lamaran dan CV Anda untuk mempelajari posisi yang akan dilamar, karena, bisa jadi ada beberapa pertanyaan yang terkait. Jangan sampai jawaban Anda berbeda dengan surat lamaran.
  • Ada baiknya Anda banyak berlatih mengerjakan soal-soal psikotes agar semakin siap menghadapi psikotes dan bisa mengerjakannya dengan maksimal.
  • Pastikan Anda sudah mengetahui lokasi psikotes sebelum hari H. Sempatkan untuk mencari lokasi tes beberapa hari sebelumnya. Ini untuk menghindari risiko terlambat, karena mencari lokasi.
  • Makan dan minum yang cukup sebelum berangkat ke lokasi psikotes, agar kondisi tubuh dan pikiran tetap prima. Kelaparan saat psikotes tentu akan mengganggu konsentrasi Anda.
  • Sebelum berangkat ke lokasi berdoalah lebih dulu sesuai keyakinan Anda. Ini penting untuk menguatkan mental.
  • Datanglah setidaknya 15 menit sebelum tes dilakukan, sehingga Anda tak terburu-buru atau panik. Setibanya di tempat tujuan, tenangkan diri. Tarik nafas panjang dan embuskan. Sambil menunggu Anda juga bisa mendengarkan musik untuk melepaskan ketegangan. Ketika pikiran rileks, Anda akan lebih mudah menjawab semua pertanyaan.
  • Meskipun tidak diminta, ada baiknya Anda tetap membawa peralatan tulis lengkap, seperti pensil, penghapus, dan pulpen.

Persiapan menjelang tes

  • Biasanya, pada setiap lembar jawaban tes Anda akan diminta mengisi isian nama, tanggal lahir, tanggal tes, dan data lainnya. Begitu Anda diperbolehkan untuk mulai mengisi, segeralah mengisinya dengan lengkap dan jangan menundanya untuk menghindari risiko kelupaan.
  • Perhatikan setiap pengarahan yang diberikan oleh pengawas tes dan ikuti semua petunjuknya. Selain itu, perhatikan juga petunjuk yang ada di setiap soal tes. Jangan langsung mengisi atau menjawab soal yang ada, tanpa membaca petunjuk pengisiannya.
  • Jika ada hal yang tak dimengerti mengenai soal tes, jangan enggan untuk menanyakan langsung pada pengawas tes. Hindari bertanya pada peserta lain, karena pengawas tes tentu akan memerhatikan Anda dan bisa jadi merupakan bagian dari penilaian.
  • Usahakan tidak mengosongkan pertanyaan. Jika Anda merasa kesulitan untuk menjawab, segeralah beralih ke pertanyaan lain. Jika masih ada waktu tersisa, Anda bisa kembali menjawab soal yang tadi dilewatkan.
  • Percayalah pada kemampuan sendiri. Jawab setiap pertanyaan apa adanya. Hindari melihat jawaban orang lain, karena ini justru akan membuat hasil tes Anda bertentangan dengan kepribadian Anda yang sebenarnya.

Tes psikologi
Selain tes tertulis, dalam psikotes juga ada tes wawancara psikologi. Ini bertujuan untuk observasi. Dalam sesi ini calon karyawan dilihat dan dinilai, mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, hingga kualitas jawaban. Apakah calon karyawan memberikan jawaban berbelit-belit atau tidak. Berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menjawab sebuah pertanyaan.

Ada baiknya, dalam wawancara psikologi Anda memberikan jawaban spontan dan tidak mengada-ada atau melebih-lebihkan. Karena hal ni dapat menimbulkan kesan sok tahu. Jangan lupa, perhatikan juga pakaian yang Anda kenakan, sesuaikan dengan situasi dan suasana. Dan yang tak kalah penting, pilih pakaian yang nyaman Anda pakai, agar tak mengganggu rasa percaya diri Anda.

(Majalah CHIC/Bestari Kumala Dewi)

http://female.kompas.com/read/2011/12/15/11265284/Siap.Hadapi.Psikotes

Comments Off on Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita

Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita

Posted by | December 5, 2011 | tips-trik

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

 Catatan Kepala: “Setiap orang memiliki sentuhan pribadi yang berbeda terhadap pekerjaan yang sama sehingga hasil kerjanya menjadi unik. Maka untuk menghasilkan pekerjaan yang baik kita perlu memberikan sentuhan pribadi terbaik.”

Setiap pabrik yang baik selalu memiliki departemen Quality Assurance yang tugasnya memastikan bahwa setiap produk yang dirilis memenuhi standar kualitas tertentu. Suatu produk layak jual bukanlah produk yang 100% memenuhi syarat tertentu itu, melainkan yang masih berada dalam ‘range’ atau rentang kualitas tertentu. Bahkan di pabrik yang sudah serba otomatis menggunakan system komputer terbaikpun masih bisa terjadi defect atau penyimpangan hasil. Apa lagi jika pekerjaan itu dilakukan secara manual oleh setiap karyawan. Misalnya; mengetik, menganalisis, memasarkan, menjual, membuat laporan, memeriksa, dan sebagainya. Kita semua, berada dikantor mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu. Ada teman Anda yang mengerjakan tugas yang sama, tetapi, saya bisa memastikan bahwa hasil kerja Anda dan teman Anda tetap saja berbeda. Bagi saya, ini mengisyaratkan kesempatan buat siapa saja untuk menunjukkan bahwa dia bisa memberikan hasil pekerjaan yang lebih baik dari orang lain. Dengan demikian, dia bisa dikenali sebagai orang yang benar-benar memiliki sentuhan pribadi terbaik atas setiap pekerjaan yang ditanganinya.

 Jika Anda suka menyaksikan tayangan MasterChef, tentu tahu ada segmen ‘MasterChef Recipe Challenge’. Dalam segmen itu, para kontestan akan menantang seorang koki yang sudah terkenal. Koki tersebut harus membocorkan resepnya hingga teknik memasaknya, barulah kemudian mereka bertarung untuk membuat makanan paling enak. Motto mereka “same ingredients, same recipes, same kitchen.’ Bahannya sama, resepnya sama, dapurnya juga sama. Yang membuat pertandingan itu seru adalah karena kita tahu bahwa dengan semua kesamaan itu, setiap orang yang bertanding akan menghasilkan masakan yang citarasa dan kualitasnya berbeda. Apa yang kita lakukan di kantor kira-kira ya begitu juga. Pekerjaan kita sama, misi kita sama, lingkungan kerja kita pun sama. Tetapi, setiap orang di kantor kita menghasilkan buah karya yang berbeda, bukan? Mengapa citarasa masakan yang dihasilkan berbeda? Karena setiap koki memiliki sentuhan pribadi yang berbeda. Mengapa hasil kerja kita di kantor juga berbeda? Karena setiap karyawan memiliki sentuhan pribadi yang berbeda. Hanya pekerjaan yang mendapatkan sentuhan pribadi terbaik saja yang akan memberikan hasil terbaik. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memberikan sentuhan pribadi terbaik kepada pekerjaan, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:

 1.      Kesempatan untuk membuat perbedaan.  Salah satu masalah klasik yang kita hadapi saat ini adalah; begitu banyak orang yang secara sengaja membuat cara dan perilaku kerja kerja mereka sama seperti orang lain. Bayangkan jika di kantor Anda ada 100 orang yang mengerjakan tugas yang sama seperti Anda. Tak satupun diantara 100 orang itu yang bisa membuat perbedaan bermakna. Bagaimana bisa menentukan 1 orang terbaik dari kelompok itu?   Sekarang, bayangkan jika dari 100 orang itu ada 1 orang yang cara kerja dan perilakunya berbeda secara positif dibandingkan 99 orang lainnya? Apakah mudah bagi Anda untuk mengetahui siapa bintangnya? Pasti. Begitu banyak orang yang bingung; bagaimana caranya menjadi karyawan unggul ditengah begitu banyaknya rekan kerja kita? Hmmh, ingatlah bahwa dengan bahan yang sama, resep yang sama dan dapur yang sama; setiap koki bisa menghasilkan masakan yang citarasanya berbeda. Bisakah Anda membuat cita rasa hasil pekerjaan Anda berbeda? Itulah tantangannya. Sebab dimanapun Anda bekerja, selalu ada peluang bagi Anda untuk menjadikan diri Anda berbeda. Anda tahu mengapa? Karena Tuhan menciptakan diri Anda dengan ‘sesuatu’ yang hanya Anda sendiri yang memilikinya. Dan itu berarti bahwa Anda, memiliki kesempatan untuk membuat sebuah perbedaan yang mampu memberi makna.

 2.      Perbedaan dihasilkan oleh perilaku. Apa yang menyebabkan kita kehilangan keunikan dalam pekerjaan yang kita hasilkan? Kita sering lupa memberinya sentuhan pribadi. Coba saja lakukan pekerjaan Anda persis seperti orang lain melakukannya. Maka hasilnya tidak akan jauh beda dengan yang dihasilkan oleh orang lain. Masalahnya, kita cenderung ‘mengikuti arus’ saja. Misalnya, ketika teman-teman di kantor kita sedang pada kesal. Pasti perilaku kerja mereka akan terpengaruh buruk. Lha, kita kok suka tergoda untuk mengikuti perilaku buruk itu. Padahal, justru ketika orang lain berperilaku buruk itulah setiap perilaku baik akan terlihat dengan mudah. Ketika kita tetap berperilaku baik ditengah  begitu banyaknya orang berperilaku buruk, kita tidak sedang berusaha untuk ‘mencari muka’. Kita sedang berteguh hati untuk memberikan ‘sentuhan pribadi’ itu terhadap pekerjaan kita. Orang lain boleh berperilaku buruk, tetapi; ‘pribadi saya jauh lebih baik’. Bahkan ketika kita sedang kecewa pada seseorang atau sesuatu, kita tidak mungkin mengabaikan sentuhan pribadi itu. Anda keliru jika mengira saya tidak pernah dikecewakan ditempat kerja. Berkali-kali. Tetapi, setiap kali kecewa; saya memastikan agar tetap memberikan sentuhan pribadi  pada setiap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab saya. Orang-orang yang saya layani masih bisa mengenali ‘identitas pribadi’ pada pekerjaan saya. Alhamdulillah, dengan cara itu; kita tidak membuat reputasi pribadi ikut memburuk. Di ruang atasan, saya mungkin protes. Tetapi diruang kerja. Atau dihadapan pelanggan. Atau dihadapan para bawahan; pantang untuk mengabaikan sentuhan pribadi. Mengapa? Karena saya percaya bahwa perilaku yang saya tunjukkan sangat menentukan hasil akhirnya.

 3.      Perilaku menghasilkan keunggulan.  Segala sesuatu yang sama dengan lainnya biasanya kita sebut sebagai ‘rata-rata’ atau ‘umum’. Sedangkan sesuatu yang ‘berbeda’ biasanya kita sebut sebagai ‘pengecualian’ atau ‘khusus’. Tentu ada hal khusus yang buruk, semisal produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan team QA itu. Tetapi, sekarang kita sedang berbicara tentang standar kualitas melampaui kebanyakan orang. Di pabrik pun kita mengenal klasifikasi produk grade A, grade B, dan seterusnya. Maka begitu pula halnya dengan kinerja yang kita hasilkan. Lihat saja, faktanya kita bisa menemukan ada orang-orang yang special ditengah kerumunan karyawan yang mempunyai job description yang sama. Seperti episode MasterChef Recipe Challenge itu. Segala sesuatunya sama dengan kebanyakan orang lainnya. Tuntutan kerjanya. Standard Operating Procedurenya. Begitu pula dengan lingkungan kerjanya. Tetapi, mengapa pelanggan merasakan ‘perbedaan’ ketika orang ini melayaninya? Senyumnyakah? Tata bahasanyakah? Gesturnyakah? Mengapa teman-temannya selalu senang bekerjasama dengan dia? Keramahannyakah? Keluwesannyakah? Mengapa atasannya lebih senang bekerja dengan dia? Kedisiplinannyakah?  Keakuratannyakah? Mungkin saja. Yang jelas, senyum, tata bahasa, pembawaan diri, keramahan, kedisiplinan, keakuratan, dan semua yang mungkin dirasakan orang lain itu adalah faktor pembeda yang menjadikan dirinya unggul dibandingkan dengan orang lain. Mengapa bisa begitu? Karena orang itu, menambahkan ‘sentuhan pribadi’ kedalam SOP yang sehari-hari dilakukannya.

 4.      Keunggulan mencerminkan dedikasi. Tidak ada yang bisa menjatuhkan orang yang benar-benar memiliki dedikasi. Orang-orang ini benar-benar bisa diandalkan. Bukan hanya ketika keadaan sedang serba indah, melainkan juga pada saat segala sesuatunya sedang serba sulit. Makanya orang yang berdedikasi itu sangat dicari-cari. Masalahnya, orang yang memiliki dedikasi itu jumlahnya hanya sedikit. Masalah? Itu masalah bagi para pemilik perusahaan dan top management. Tapi, peluang bagi para karyawan. Setidak-tidaknya, lebih banyak orang yang memiliki dedikasi rendah daripada mereka yang dedikasinya tinggi terhadap profesi mereka. Emh, maksud saya, untungnya orang yang memiliki dedikasi itu jumlahnya hanya sedikit. Salah satu ciri dedikasi adalah ketika mereka bersedia mencurahkan kemampuannya secara maksimal tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor luar yang menghambatnya. Bahkan situasi yang kurang menyenangkan sekalipun tetap tidak bisa menjadikan orang berdedikasi tinggi mengorbankan kualitas kerjanya. Apalagi jika orang-orang ini berhadapan langsung dengan para pelanggan. Mereka sadar bahwa kinerjanya sangat menentukan kepuasan dan kenyamanan kepada pelanggannya. Hal ini bisa menjelaskan mengapa kinerja dan kualitas kerja orang-orang yang berdedikasi tinggi itu cenderung konsisten. Karena mereka tidak pernah kendor komitmennya dalam melakukan pekerjaan hingga pada tingkatan paling tinggi yang bisa mereka lakukan. Dan, karena dedikasi seperti ini sangat jarang; maka dengan dedikasi itu, dia sedang melakukan sentuhan pribadi pada pekerjaannya.

 5.      Dedikasi menghasilkan diskriminasi yang manis. Kita sudah tahu jika orang yang berdedikasi tinggi itu sangat langka. Ini juga menjadikan mereka sedemikian istimewa dan berharganya. Makanya wajar jika hal itu dibalas dengan sebuah perlakuan yang ‘berbeda’. Saya menyebutnya sebuah ‘diskrimininasi yang manis’. Para aktivis persamaan hak mungkin menolak diskriminasi. Tetapi, jika diskriminasi itu berupa perlakukan istimewa yang menyenangkan bagi orang yang didiskriminasikan? Ah, tak seorangpun akan menolaknya ya kan? Orang-orang dengan kinerja istimewa memang pantas mendapatkan perlakuan istimewa. Kita tahu, ada banyak cara untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Tapi, hanya satu cara yang benar-benar bisa membuat Anda puas lahir dan batin, yaitu; ketika Anda mendapatkannya melalui kinerja Anda yang istimewa juga. Dengan cara itu, Anda bisa mendapatkan perlakuan istimewa tanpa cibiran dari orang lain. Tanpa cemoohan. Melainkan dengan pengakuan dari mereka, bahwa Anda; memang layak untuk mendapatkan pelakuan istimewa. Mengapa harus istimewa? Karena hanya Anda yang seperti itu. Mengapa hanya Anda? Karena Anda berhasil memberikan sentuhan pribadi, pada pekerjaan yang Anda tangani.

 

Tugas Anda bisa saja sama dengan orang lain. Pekerjaan Anda bisa sama dengan mereka. Masalah dan tantangan yang Anda hadapi juga tidak berbeda. Tetapi, Anda; bisa memberikan hasil yang sama sekali berbeda melalui ‘sentuhan pribadi’ yang bisa Anda berikan dalam setiap detik yang Anda lalui saat menjalaninya. Sederhana saja kok caranya. Yaitu; sertakan seluruh hati Anda saat mengerjakannya. Karena dengan dedikasi sepenuh hati itu, Anda bisa membuat perbedaan yang pada akhirnya akan menjadi Anda seorang pribadi yang istimewa. Lha, kalau imbalannya sama dengan yang lain; apa gunanya? Oh, tetap ada. Gunanya adalah ketika Anda ditanya; “Apa yang sudah kamu lakukan semasa hidup?” Bisakah Anda menjawabnya dengan mantap jika semasa hidup itu Anda sudah mendayagunakan sepenuh hati Anda untuk setiap kebaikan dan perjuangan hidup yang Anda jalani? Insya Allah, bisa.

 

Mari Berbagi Semangat!

DEKA – Dadang Kadarusman – 05 Desember 2011

Trainer on Leadership & Personnel Development Topics

Penulis buku “Natural Intelligence Leadership” (Tahap dummy di penerbit)

 

Catatan Kaki:

Penyebab utama yang menjadikan hasil kerja kita mirip seperti kebanyakan orang lainnya adalah karena kita sering lupa untuk memberikan sentuhan pribadi kepada setiap pekerjaan yang kita tangani.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Comments Off on Jangan Pelit Berbagi Ilmu dengan Anak Baru

Jangan Pelit Berbagi Ilmu dengan Anak Baru

Posted by | November 11, 2011 | tips-trik

Penulis : Prita Daneswari

SEBAGAI sorang karyawan baru, pastinya kita ingin belajar banyak hal mengenai pekerjaan yang kita akan geluti dari para senior di kantor. Berbagai pengalaman dan ilmu dari mereka tentunya akan sangat berguna bagi kita dalam menekuni dan menjalani pekerjaan. Namun, bila dibalik, untuk para senior, apa sih keuntungan membagi ilmu dengan karyawan baru?Selain bisa membuat kita menjadi sosok yang memiliki nilai lebih di kantor, menjadi mentor bagi orang lain punya beberapa manfaat lho. Di antaranya:

a. Lebih memahami pekerjaan.
Ya, menjadi bukan berarti menjadi senior kita akan tahu segalanya. Akan ada beberapa ilmu yang bisa kita dapatkan dari junior sehingga kita akan lebih memahami pekerjaan.

b. Lebih memahami pandangan orang.
Dengan berbagi ilmu dengan junior, niscaya kita bisa melihat persepsi orang lain persepsi untuk diri kita.

c. Memperluas jaringan.
Dengan membantu orang lain, secara tidak langsung kita juga bisa membangun jaringan yang dapat diandalkan ketika butuh bantuan.

d. Bantuan untuk memecahkan masalah.
Pada gilirannya nanti, junior kita dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

e. Kepuasan pribadi.
Setelah melihat orang yang kita bina mampu mencapai keberhasilan, akan muncul perasaan luas dalam diri karena telah membantu orang lain untuk berhasil.

Membina orang lain di kantor, apalagi bila diberi amanat oleh atasan, merupakan kesempatan emas. Manfaatnya bukan hanya untuk si anak baru, tapi juga untuk Anda sendiri. Di sisi lain, tidak ada perasaan yang lebih baik di dunia ini daripada bisa membantu orang lain mencapai impian mereka. Ada pula karma yang menyebutkan bahwa semakin banyak yang Anda berikan kepada orang lain, semakin banyak imbalan yang akan datang kembali kepada Anda. (Pri/OL-06)

 

http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/11/03/6242/13/Jangan-Pelit-Berbagi-Ilmu-dengan-Anak-Baru

Comments Off on 3 Pertanda Anda Mesti Mengundurkan Diri

3 Pertanda Anda Mesti Mengundurkan Diri

Posted by | November 11, 2011 | tips-trik

Penulis : Prita Daneswari

TINGKAT kepuasan atas pekerjaan yang dilakoni memang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang sudah merasa puas dan ada yang selalu saja mengeluhkan segala sesuatunya di tempat kerja.

Bila Anda salah satu dari orang yang merasa tidak puas atas segala hal di kantor, jangan segera ambil kesimpulan untuk berhenti. Perhatikan dahulu, apakah alasan itu cukup untuk membuat Anda mengundurkan diri.Berikut tiga pertanda yang menunjukkan bahwa Anda harus berhenti dari pekerjaan:

1. Setiap orang mendapat promosi, kecuali Anda

Jika sekelompok rekan kerja baru saja dipromosikan, sedangkan Anda tidak, Anda mungkin perlu untuk mulai berburu pekerjaan baru. Tapi sebelum itu, majulah dan minta keterangan atas posisi Anda di kantor saat ini. Katakan pada atasan bahwa Anda ingin untuk maju dalam perusahaan dan ingin lebih banyak kesempatan di luar apa yang sedang Anda lakukan.

Jika Anda mendapat sambutan yang baik dengan diberikannya hal baru untuk dilakukan, itu berarti Anda mungkin dapat lebih berkembang di kantor yang sekarang. Tapi jika dia tampaknya ragu-ragu, itu menunjukkan pihak perusahaan tidak menghargai Anda dan Anda perlu untuk mulai mencari pekerjaan baru.

2. Anda memiliki impian menjadi sesuatu

Selama ini, Andamemiliki impian ingin menjadi seorang dokter hewan, tapi malah berada di belakang meja mengatur berbagai surat-surat.

Coba luangkan waktu untuk merealisasikan impian Anda. Atau, minta atasan agar memberikan Anda tugas lain di kantor yang sesuai dengan hasrat Anda. Jika Anda ingin menjadi pengacara, tapi saat ini Anda menjabat sebagai staf administrasi, coba lihat apakah Anda dapat melakukan beberapa pekerjaan tambahan dalam bidang hukum di perusahaan Anda.

Dengan begiitu, meskipun tidak benar-benarbekerjadi sebuah firma hukum, Anda masih mendapatkan pengalaman dibidang itu.

3. Benar-benar enggan ke kantor

Merasa sangat muak pada pekerjaan sesekali adalah hal normal. Tapi jika Anda mengalaminya hampir setiap hari maka Anda mungkin perlu membuat perubahan.

Suasana hati buruk di tempat kerjamenyebabkan Anda tidak produktif. Yang parahnya bisa membuat Anda merasa buruk.Jadi jika Anda merasa sulit untuk bahagia selama lebih dari satu atau dua bulan, mulailah mencoba menemukan lingkungan kerja baru yang bisa lebih Anda nikmati.(Pri/X-13)

Comments Off on Cara Tepat Minta Naik Gaji

Cara Tepat Minta Naik Gaji

Posted by | October 28, 2011 | tips-trik

Jika Anda merasa perusahaaan tempat Anda bekerja belum memberikan apresiasi yang cukup terhadap kinerja, meminta kenaikan gaji bukanlah hal yang salah. Namun ada sopan santunnya. Agar tak salah melangkah, coba ikuti kiat-kiat berikut.

Mencari tahu peraturan perusahaan
Yang paling penting dilakukan pertama kali adalah mencari tahu peraturan perusahaan. Kapan waktu perusahaan menaikkan gaji karyawan? Parameter apa yang digunakan untuk menaikkan gaji karyawan?

Membandingkan gaji
Setelah mengenal peraturan perusahaan, yang harus Anda lakukan adalah melakukan perbandingan gaji dengan orang lain yang memiliki tanggung jawab serta jabatan yang sama dengan Anda dari perusahaan lain. Dengan ini, Anda dapat menemukan rentang gaji yang tepat untuk kemudian diajukan kepada atasan.

Daftar keberhasilan
Anda harus memiliki alasan yang kuat saat meminta kenaikan gaji. Untuk itu, susunlah daftar keberhasilan dan pencapaian Anda dalam kerja. Rangkumlah hal tersebut dalam sebuah dokumentasi yang rapi, jelas serta menarik. Sehingga atasan juga mengetahui alasan jelas untuk menaikkan gaji Anda.

Atur pertemuan
Setelah semua persiapan matang, aturlah jadwal pertemuan dengan atasan. Cari waktu yang tepat. Jangan sampai Anda mengatur jadwal saat pekerjaan tengah banyak, atau perusahaan diguncang masalah. Meminta gaji di saat suasana hati atasan buruk hanya akan membuat Anda tertimpa masalah.

Langsung pada pokok masalah
Saat pertemuan, utarakan maksud Anda dengan jelas, jangan bertele-tele karena malah bisa menimbulkan makna yang bias. Komunikasikan secara profesional namun santai. Jangan lupa juga untuk menyebutkan nominal jelas kenaikan gaji yang Anda minta. Hal ini dapat berupa persentase ataupun jumlah dalam rupiah.

Jangan mengancam
Meminta kenaikan gaji tak perlu dengan cara mengintimidasi. Misalnya menyombongkan diri bahwa Anda mampu diterima di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Ini malah hanya membuat Anda terlihat buruk di hadapan atasan.

Bagaimana? Siap menggapai kesempatan?

– – –

Oleh Amelia Ayu Kinanti | Yahoo! She – Jum, 7 Okt 2011 10.51 WIB

http://id.she.yahoo.com/cara-tepat-minta-naik-gaji.html

Comments Off on Kesalahan Umum Dalam Mengirimkan CV Pada Lulusan Baru

Kesalahan Umum Dalam Mengirimkan CV Pada Lulusan Baru

Posted by | October 28, 2011 | tips-trik

Curriculum vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima.

Nah, jika Anda seorang lulusan baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan, jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.

Foto 
Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari Facebook hanya karena Anda tampil menarik (atau seksi). Bagaimana Anda mau dianggap serius bila foto yang dilampirkan terlihat main-main dan hasil crop?

Umumnya perekrut lebih menyukai foto yang simpel. Pergilah ke studio foto dan bikin satu foto yang bagus – untuk investasi Anda ketika melamar pekerjaan.

Alamat email
Hmm, alamat email seperti inacuantixxbanget@yahoo.com atau romisayangchika@ymail.com sepertinya kurang menarik jika dipajang di CV. Anda kan sedang melamar pekerjaan di suatu perusahaan jadi sebaiknya hindari alamat email yang terlalu personal. Buatlah satu akun email dengan nama asli Anda untuk keperluan resmi. Jangan sampai Anda kalah bersaing dengan pelamar lainnya hanya karena alamat email Anda menggelikan.

Informasi yang tepat 
Jangan kirim CV yang persis sama ke semua perusahaan. Usahakan “jahit” terlebih dahulu setiap kali Anda melamar. Beri penekanan pada prestasi atau keahlian yang relevan dengan posisi incaran. Tidak perlu mencantumkan prestasi “pemenang lomba karaoke” bila memang posisi yang Anda inginkan tidak membutuhkan keahlian bernyanyi.

Informasi pendidikan juga cukup dimulai dari SMA saja, tidak perlu taman bermain dan TK. Intinya, tekankan pada informasi yang bisa menunjukkan Anda orang yang tepat untuk posisi ini.

Terlalu panjang
Pihak perekrut akan menerima setumpuk lamaran, jadi satu menit pertama amat menentukan. Jangan buang waktunya sia-sia dengan membeberkan prestasi Anda dari sejak TK. Buatlah kesan yang baik di surat lamaran sehingga mereka mau membaca hingga habis.

Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.

Email kosong
Mentang-mentang CV tersimpan di telepon seluler, maka begitu melihat suatu lowongan Anda langsung mengirimkannya tanpa berusaha membuat surat lamaran. Mau tahu kesan yang muncul begitu membaca email kosong seperti ini? Pelamar adalah seseorang yang malas.

Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.

Jiplakan
Yep, para perekrut sudah sering membaca bertumpuk CV jadi mereka bisa mengenali mana yang jiplakan dan bukan. Usahakanlah membuat surat lamaran dengan kalimat orisinal untuk meningkatkan kemungkinan Anda diterima.

Kalaupun belum memiliki pengalaman, Anda bisa menceritakan poin kekuatan Anda yang cocok untuk pekerjaan yang diincar. Tak perlu membuat surat lamaran yang terlalu panjang. Fokus pada kekuatan Anda dan tentunya jangan lupa mencantumkan informasi kontak agar mudah dihubungi.

—–

Oleh Puteri Fatia | Yahoo! She – Rab, 26 Okt 2011 17.38 WIB

http://id.she.yahoo.com/kesalahan-umum-dalam-mengirimkan-cv-pada-lulusan-baru-.html

Comments Off on Menentukan Pilihan Karir

Menentukan Pilihan Karir

Posted by | October 4, 2011 | tips-trik

Hidup ini memang penuh dengan aneka pilihan. Tetapi menentukan atau memilih karir bukanlah keputusan yang main-main. Memilih karir tidak sama dengan memilih barang yang ingin anda beli. Memilih karir adalah salah satu keputusan yang paling penting dalam kehidupan anda. Anda harus teliti, cermat, dan konsisten. Sekali saja anda salah pilih, maka anda akan menyesal berkepanjangan.

Dalam memilih karir anda perlu mempertimbangkan beberapa aspek agar menemukan karir yang tepat. Anda yang masih bingung menentukan karir, anda bisa coba tips berikut ini:

Evaluasi kekuatan dan kelemahan diri
Dalam menentukan karir, awali dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri. Coba tanyakan pada diri anda sendiri. “Apa kelebihan dan kekurangan yang saya miliki?, Apa yang ingin saya kerjakan, dan pekerjaan apa yang ingin saya hindari? Dalam lingkungan seperti apa saya ingin bekerja? Tingkat ekonomi seperti apa yang ingin saya capai?”, dan sebagainya. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian anda akan menemukan karir yang anda inginkan.

Pilih karier yang sesuai dengan gaya hidup yang anda idamkan
Sampai saat ini uang masih menjadi pertimbangan dominan dalam memilih karir. Untuk itu tentukan di tingkat mana anda ingin hidup, berapa penghasilan yang anda inginkan. Hal ini akan membantu anda dalam menentukan pilihan karir. Paling tidak kalau anda ingin kaya raya anda tidak bisa memilih profesi yang idealis seperti ilmuwan atau guru sekolah dasar. Mungkin pilihan menjadi pengusaha bisa anda pertimbangkan.

Kaji trend karir dari berbagai media informasi
Ikuti trend dan perkembangan usaha dari berbagai media informasi seperti majalah, surat kabar dan internet. Ikuti informasi peluang kerja, trend usaha dan ekonomi dari media tersebut. Bisa juga anda baca terbitan khusus untuk bidang-bidang yang lebih spesifik dari asosiasi atau lembaga yang sesuai. Kemudian buat kliping tentang lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Pikirkan mana yang sekiranya sesuai dengan bidang dan kelebihan anda, tujuan hidup anda. Kaji peluangnya di masa mendatang, mana yang prospeknya cerah dan mana yang tidak.

Konsultasikan dengan mereka yang pengalaman dan ahli
Kalau anda masih bingung menentukan karir, bicarakan masalah anda dengan orang yang kompeten di bidangnya. Konsultasikan minat, bakat dan cita-cita anda dengan ahli karir. Anda juga bisa mendiskusikan masalah ini dengan keluarga, teman, atau mungkin dosen anda. Paling tidak mereka bisa memberikan saran dan nasehat, kira-kira bidang apa yang sesuai dengan anda.Bisa juga anda bicarakan di forum diskusi di internet.

Kunjungi perusahaan yang anda incar
Jangan malu untuk mendatangi perusahaan dimana anda ingin sekali menjadi karyawannya. Usahakan untuk mendapat kenalan dengan orang bekerja di bidang atau posisinya yang anda inginkan. Dengan demikian anda bisa mendapatkan informasi jika ada peluang yang ditawarkan. Kalau anda masih kuliah, usahakan untuk bisa kerja praktek di perusahaan tersebut. Bisa juga anda kerja magang di perusahaan tersebut.

Konsisten pada pilihan karir
Konsistensi memang diperlukan jika anda ingin sukses dalam karir. Jika anda ingin menjadi penulis, maka pelajari dan tekuni terus bidang tersebut. Begitu juga jika anda ingin jadi musisi atau pilot. Ingat, konsistensi akan memudahkan anda dalam meraih apa yang anda cita-citakan. Jangan pernah sekalipun menyerah apalagi putus asa. Sekali anda menyerah, keberuntungan akan semakin sulit anda jangkau.

Jangan takut beralih karier
Meski anda konsisten dengan karir yang anda pilih, tidak menutup kemungkinan jika suatu waktu anda beralih karir. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan masa depan. Dalam perjalanan karir anda mungkin saja anda akan menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan anda ingin ‘banting setir’. Misalnya karena kondisi ekonomi, perubahan visi dan pandangan pribadi, atau mungkin karena anda tidak mendapat kepuasan dari karir yang anda pilih. Jika anda menghadapi situasi demikian tentu pindah karir bukanlah hal yang dilarang. Tetapi tentu saja anda harus siap menghadapi resiko dengan keputusan anda.

Bagaimana..? Sudahkah anda menentukan pilihan karir anda? Kalau belum mungkin anda bisa segera menentukannya dengan cara di atas. Jangan lupa, semakin cepat anda menentukan karir maka akan semakin baik.

Comments Off on Strategi Menjawab Pertanyaan Wawancara

Strategi Menjawab Pertanyaan Wawancara

Posted by | October 4, 2011 | tips-trik

Bosan dan tidak puas dengan pekerjaan sekarang?
Kalau anda merasa yakin bisa memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik, tidak ada salahnya anda mencoba ‘hijrah’ ke perusahaan lain. Dan, jika anda sudah menyebarkan lamaran, siap-siap saja dipanggil untuk wawancara!

Memenuhi panggilan wawancara, berarti anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar wawancara. Walaupun wawancara kerja bukan peristiwa mendebarkan lagi dalam hidup anda, tetapi dalam menjawab pertanyaan seputar wawancara anda tetap perlu berhati-hati. Apalagi mengingat status anda yang masih terikat di suatu perusahaan. Di bawah ini adalah enam pertanyaan umum yang biasa diajukan dalam wawancara beserta petunjuk jawabannya.

Apa yang menyebabkan anda tertarik pada pekerjaan baru ini?
Jika anda dihadapkan pada pertanyaan seperti ini, dalam menjawabnya anda harus menunjukkan bahwa anda mengenal perusahaan ini dengan baik. Dan katakan bahwa anda membutuhkan tantangan seperti yang ada di perusahaan ini. Jangan lupa untuk meyakinkan pewawancara bahwa anda akan memberikan kontribusi yang berarti pada perusahaan jika kelak diterima.

Seberapa jauh anda mengenal perusahaan ini?
Dalam menjawabnya, jabarkan pengetahuan anda tentang perusahaan, seperti tahun didirikan, produk dan jasa yang dihasilkan, prestasi dan reputasi perusahaan. Tetapi tentu saja tidak perlu melebih-lebihkan penjelasan anda. Jangan sampai anda memberikan penjelasan yang salah sehingga anda terkesan sok tahu tentang perusahaan.

Mengapa anda ingin meninggalkan pekerjaan anda yang sekarang?
Ingat, dalam menjawab pertanyaan ini jangan sekalipun anda mengkritik dan menjelek-jelekkan tempat kerja anda sekarang. Cobalah berikan alasan yang netral misalnya ada restrukturisasi baru di perusahaan atau divisi anda mengalami penurunan produktifitas, dll.

Apa kelemahan dan kekuatan anda?
Dalam menjawabnya, usahakan untuk menekankan kekuatan anda sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditawarkan. Termasuk keahlian, ketrampilan dan karakter positif yang mendukung pekerjaan anda, seperti tekun, percaya diri, mandiri, mudah beradaptasi, dll. Kemudian samarkan kelemahan anda dengan mengungkapkannya secara positif. Misalnya “Kalau bekerja saya suka lupa waktu”.

Bagaimana anda menggambarkan diri anda 1 tahun mendatang?
Gambarkanlah bahwa anda sangat bersemangat dalam meniti karir di perusahaan ini. Dan katakan bahwa anda akan terus memberi kontribusi bagi kemajuan perusahaan. Bahkan bukan tak mungkin kalau suatu saat nanti anda akan menjadi seseorang yang cukup diperhitungkan dalam perusahaan ini.

Kontribusi seperti apa yang akan anda berikan pada perusahaan ini ?
Katakan bahwa anda akan bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan, keahlian, ketrampian dan kreativitas yang anda miliki pada perusahaan. Agar lebih meyakinkan, jelaskan apa saja yang telah anda capai di perusahaan anda saat ini berikut prestasi-prestasi yang telah anda raih. Tunjukkanlah bahwa anda memang sangat berharga dan perusahaan manapun tidak akan menyesal telah mengajak anda bergabung.

Kesimpulannya, anda harus menampilkan kualitas diri anda secara positif. Dan buatlah kesan yang sangat menarik bagi si pewawancara. Sehingga mereka akan berpikir seribu kali menolak anda. Dan jika anda diterima, siap-siap aja mengajukan pengunduran diri pada perusahaan anda sekarang. Toh sah-sah saja untuk menjemput kesempatan yang lebih menjanjikan?

Comments Off on Tips Menghadapi Wawancara Kerja

Tips Menghadapi Wawancara Kerja

Posted by | September 17, 2011 | tips-trik

Bagi yang tengah mencari pekerjaan, mendapat kesempatan untuk wawancara kerja sangatlah menyenangkan. Namun, kebahagiaan ini jangan sampai menodai acara wawancara itu sendiri. Perlu diingat, wawancara kerja amat penting karena menentukan keberhasilan Anda mendapatkan pekerjaan impian.

Oleh karena itu, persiapkan dengan matang. Berikut ini adalah hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menghadapi wawancara kerja.

Yang Boleh Dilakukan:

  • Usahakan untuk tiba 15 menit lebih awal. Jika terpaksa terlambat, segera beritahu pewawancara.
  • Jika harus mengisi formulis, isilah dengan lengkap dan rapi.
  • Persiapkan surat lamaran dan CV Anda.
  • Ingat baik-baik nama pewawancaranya.
  • Bicara cukup keras agar terdengar jelas oleh pewawancara.
  • Tarik nafas dan yakinlah Anda dapat melakukan presentasi yang baik.
  • Masih gemetar juga? Pergilah ke tempat yang tenang atau toilet dan dorong tembok dengan kuat untuk memindah stres.

Yang Tidak Boleh Dilakukan:

  • Datang terlambat.
  • Tidak membawa surat lamaran dan CV.
  • Salah sebut atau tidak ingat nama perusahaan, organisasi atau pewawancara.
  • Menyalahkan perusahaan atau mantan atasan. – Bersikap angkuh, defensif atau agresif.
  • Mengunyah permen atau merokok selama wawancara.
  • Menjawab pertanyaan seadanya, seperti “ya”,”tidak” atau “tidak tahu”.
  • Menelepon atau menerima telepon.
  • Terlalu lama berpikir setiap kali menjawab. – Berbohong atau memanipulasi data.

 

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2008/08/24/15573221/tips.menghadapi.wawancara.kerja